webadmin's picture

Kode Simbol Angka Indonesia itu lucu ?!

Coding
Ternyata simbol kode angka atau bilangan dengan bahasa Indonesia punya struktur dan pola yang unik loh, dan mungkin tidak ditemukan di bangsa lain. Ini Hanya di Indonesia.. !

Setiap bangsa, negara dan daerah pasti memiliki penyebutan sendiri untuk angka-angka dari satu, dua sampai dengan sepuluh. Misalnya angka tiga kita menyebutnya di Indonesia tapi di negara lain ada yang menyebutnya tri, three, san, tolu dan lain sebagainya.

Bahkan bila ada yang masih ingat angka-angka tersebut dalam bahasa daerah teman-teman masing-masing dari satu sampai sepuluh maka kadang ada angka yang penyebutannya sama dan ada pula yang berbeda dengan Bahasa Indonesia. Mungkin tergantung dari enaknya di lidah atau di telinga kali ya.

Langsung saja nih. Di sini saya bukan mengajarkan Anda berhitung tapi coba perhatikan deretan angka di bawah ini.
 

1 = Satu
2 = Dua
3 = Tiga
4 = Empat
5 = Lima
6 = Enam
7 = Tujuh
8 = Delapan
9 = Sembilan


Setiap bilangan mempunyai saudara ditandai dengan huruf awal yang sama ya. Bila kedua saudara ini dijumlahkan angkanya, maka hasilnya pasti 10 ( sepuluh ).
Contohnya :
Satu dan Sembilan. Mempunyai huruf awal yaitu S dan bila djiumlahkan satu dan sembilan hasilnya adalah sepuluh kan.

Begitu juga dengan
Dua dan Delapan, Tiga dan Tujuh kemudian Empat dan Enam.
Terurut sampai dengan angka Lima. Lima dijumlah dengan dirinya sendiri juga hasilnya sepuluh.

Tidak sampai di situ, ternyata huruf awalnya juga punya peranan penting terbentuknya bilangan itu.
Misalnya Satu dan Sembilan sama-sama huruf awalnya adalah S yang secara kebetulan berada pada urutan 19 dalam alpabet.
Bila angka satu dan sembilan dijumlahkan kemudian dibagi dua untuk mencari rata-ratanya maka hasilnya adalah 5. Bentuk angka 5 sangat identik dengan huruf S.
Yang pernah membaca Matematika Alam Semesta, perlu ditambahkan bahwa 19 itu adalah angka SPECIAL. ( coba hitung huruf arabic kata "bismillahi rahman ni rahim" :)

Selanjutnya Empat dan Enam. Huruf awalnya adalah E yang urutan kelima dari alpabet. Lima berada diantara Empat dan Enam ( pembenaran ni yeeeee ).
 
Kemudian Dua dan Delapan. Huruf awalnya adalah D yang urutan keempat. Bila delapan dibagi dua maka hasilnya adalah empat ( pembenaran lagi dong ah ).

Sedangkan angka Lima huruf awalnya adalah L. Dimana L digunakan untuk simbol angka lima dalam perhitungan Romawi  ( wkwkwkw pembenaran yang masih nyambung lah ).

Lalu bagaimana dengan Tiga dan Tujuh ? Ternyata susah cari pembenarannya. Ditambah, dikurang, dibagi dan dikali ternyata belum juga ketemu. Tiga dikali tujuh hasilnya 21, kurang satu angka dengan huruf T yang urutan ke 20. Tapi simbol V digunakan untuk menunjukkan angka tujuh dalam angka Arabic. Dan V diurutan ke-22.
Atau bisa jadi 21 artikulator 2+1 = 3 ( Tiga )... maksa dikit ah.... nah sedangkan Tujuhnya coba aja, cukup ditulis saja di kertas kosong kemudian pasti bisa ketemu hubungannya, nulisnya hurup T ( t ) kecil... lalu puter dah 180o .... nah kann gdubraaak sambil miring kebalik deh muka lo pasti ..... maksa tapi heppy dong... :))
 
Yang beginian mungkin hanya bisa ditemukan di Indonesia. Malaysia  gimana ??? yang juga memakai bahasa yang sama, ternyata di Malaysia angka 8 tidak disebut sebagai Delapan tapi Lapan.
Jadi kita harus berbangga jadi orang Indinesia !!!, pola beginian hanya milik Indonesia.
Awass ajaah jangan sampe diklaim juga sama mereka.
 
Dapet jiplak juga hihi...