webadmin's picture

Alam semesta menurut Fisikawan

Pengetahuan
Illustrate Physics Wikipedia

Sejak zaman Socrates, Plato, Aristoteles, Ibnu Hatsyam ( al-hazen ), Ibnu Battutah ( avempace ), Nashruddin Al-Thusi, dan masih banyak lagi .... yang lalu dilanjutkan oleh Copernicus, Galileo, Newton, Maxwell, Schroedinger, Einstein, Feynman sampai dengan Edward Witten, konsep matematika - fisika telah mengalami berbagai macam proses penyempurnaan.

Konsep Fisika mengalami "ledakan", pertama kali terjadi ketika Newton dan Leibniz dapat memformulasikan konsep mekanika dan kalkulus pada abad ke-17. Konsep ini lalu menjadi awal dari revolusi sains, teknologi dan industri bagi dunia pada saat itu.
Konsekuensi logis dari fisika Newton adalah "alam semesta dipandang sebatas sistem yang bekerja secara mekanistik ( tidak ubahnya mesin ) dan deterministik".

Revolusi fisika selanjutnya awal abad ke-20, yaitu ketika konsep-konsep fisika mikrokosmos dan makrokosmos sudah mulai dapat dikuantitatifkan dengan baik oleh umat manusia.

Konsep mikrokosmos ( fisika kuantum ) mempunyai pemahaman bahwa alam semesta tersusun pada partikel-partikel elementer yang bersifat probabilistik ( setidaknya dalam pandangan manusia sebagai pengamat ), sedangkan
Konsep makrokosmos ( astrophysics - fisika astronomi ), mempunyai pemahaman bahwa alam semesta adalah entitas yang dinamis, ia berawal dan mengembang dan kemungkinan berakhir.

Fisika kuantum menyiratkan ide bahwa alam semesta adalah suatu ilusi, setiap materi tersusun atas atom, sedangkan atom terdiri atas inti atom dan elektron yang mengorbit di sekelilingnya.
Posisi elektron dalam atom adalah probabilistik, begitu juga terdapat posisi-posisi yang terlarang bagi elektron, sehingga terdapat begitu banyak ruang kosong dalam atom.
Konsekuensi logisnya, materi yang terlihat pada hakikatnya terdiri dari sekian banyak ruang kosong ( yang terdapat di atom ), materi tetap ada disebabkan gerakan elektron yang luarbiasa harmonis sehingga menutupi seluruh ruang kosong yang terdapat di atom.

Konsep mikrokosmos ( fisika kuantum, termasuk juga elektrodinamika ) ini kemudian sangat mewarnai perkembangan peradaban manusia di abad ke-20, konsep ini yang bertanggung jawab dalam revolusi teknologi yang terjadi pada abad lalu.

Revolusi fisika selanjutnya, yaitu pada abad ke-21, diprediksi akan berkenaan dengan hidden connection. Sejak terdapat kecenderungan bahwa partikel elementer selalu dapat dibagi menjadi partikel yang lebih elementer, lalu sebagian fisikawan berspekulasi, bahwa terdapat ke-tak berhinggaan dalam dunia mikrokosmos, dan ketak-berhinggaan mikrokosmos dengan ke tak berhinggaan makrokosmos akan terkoneksi. Maka dari itu, sebagian ilmuwan mencoba menggagas konsep-konsep yang dapat mengantarkan ke pemahaman yang mensinergikan kedua kutub - kutub tersebut.
Salah satu ilmuwan yang cukup sukses dalam menggagas teori tersebut adalah Edward Witten. Beliau menggagas teori String, yaitu suatu konsep yang berbasis pada peristiwa.
Sebuah partikel yang diam adalah titik dalam domain ruang, namun merupakan tali dalam domain 4 dimensi, yaitu domain ruang dan waktu. Sedangkan akan membentuk bidang dalam jika partikel tersebut bergerak. ( Konsep ini kemudian diikuti oleh gagasan matematika oleh Louis Kauffman, yang membenahi teori Knot ).

Selain teori string, terdapat teori yang cukup menyita perhatian sekarang ini, yaitu teori informasi kuantum. Jika pada awal abad ke-20, konsep probabilitas masuk ke ranah fisika kuantum, maka di awal abad ke-21, konsep informasi dibawa masuk ke ranah fisika kuantum. Konsep "bit" dan "gerbang logika" dikoneksikan dengan "vektor keadaan" dan "operator".
Teori ilmu komputer berbasis fisika kuantum ini dapat menghasilkan beberapa konsep baru yang tidak ada sebelumnya di ilmu komputer klasik, yang selama ini telah diterima dan diaplikasikan dengan sangat baik. Gerbang universal pada teori ini melingkupi seluruh gerbang yang terdapat pada ilmu komputer klasik. Salah satu konsep yang muncul dari teori informasi kuantum adalah reversibilitas komputasi, artinya input dan output selalu memiliki bit yang sama.

Editorial :
Tulisan ini disadur dan di edit dari Agung Trisetyarso, dengan cross link informasi dari wikipedia.
Silahkan dipelajari lebih lanjut dan dengan bijak. :)